Kamis, 23 November 2017

MAKALAH PRODUK TIMOR CULTURE

THE BUSINESS PLAN :
USAHA PENGOLAHAN JAGUNG, LU’AT TRADISIONAL , PEMANFAATAN KAYU CENDANA DAN PEMBUATAN SYAL BERMOTIF

OLEH
KELOMPOK 3



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TIMOR
KEFAMENANU
2017



ABSTRACT
Jagung (Zea mays) merupakan salah satu sumber antioksidan yang dapat melawan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas yang kaya akan senyawa fenolik asam ferulic, agen anti kanker yang telah terbukti efektif dalam memerangi tumor pada kanker payudara dan kanker hati. minyak jagung telah menunjukkan efek anti aterogenik pada tingkat kolesterol, sehingga mencegah resiko penyakit jantung, mencegah anemia karena mengandung vitamin B12. Jagung sangat potensial untuk diolah menjadi makanan tradisional seperti bose, dengan cara : jagung direndam selam ± 15 menit, ditumbuk hingga kulit arinya terkelupas, ditapis hingga bersih, dijemur hingga kering dan dicampuri dengan kacang hijjau dan kacang tanah lalu dibungkus menggunakan plastic bening berlabel. Untuk menambah cita rasa pada bose, maka perlu dihidangkan dengan sambal lu’at yang terasa pedas dimulut, sebagai pembangkit selera makan. Sambal lu’at sangatlah prakis dalam proses pembuatannya, yakni Lombok dan bawang putih di mol menggunakan alat mol, Jeruk nipis diiris tipis, dicampur dengan garam dan ajinomoto secukupnya lalu diisi di dalam botol sedang berlabel. Produk obat herbal dari kulit kayu cendana ( Santalum Album Linn .) dapat dimanfaatkan sebagai obat Anti peradangan, mencegah disentri dan gangguan pencernaan lain serta dapat menjadi pembersih pada saat menstruasi. Proses pembuatan obat herbal dari kulit kayu cendana sangatlah mudah yakni, Giling atau blender kulit kayu cendana hingga menjadi halus, seduh hasil gilingan kulit kayu cendana dengan air panas, tunggu beberapa saat hingga airnya berubah warna, lalu saring, lalu minumlah air hasil saringan bubuk kulit kayu cendana tersebut. Produk tas bermotif kain tenun dapat dilakukan dengan cara,yakni  Persiapan alat dan bahan, Benang digulung pada batu bulat, Benang dirangkai pada rangka kayu berbentuk persegi panjang, Benang yang telah dirangkai langsung ditenun (teknik tenun sotis dan buna).

Key point : jagung bose, sambal lu’at, obat herbal dan syal bermotif


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan ketahanan pangan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin pangan lokal sangat tepat karena tersedia dalam jumlah yang cukup di seluruh daerah dan mudah dikembangkan di daerah setempat. Pangan lokal merupakan bahan utama dalam pembuatan makanan tradisional berdasarkan resep secara turun-temurun yang dikonsumsi oleh etnik di wilayah spesifik. Ini berarti pangan tradisional mempunyai peran strategis dalam memantapkan ketahanan pangan. Salah satu komoditas pangan lokal yang potensial diolah menjadi aneka ragam olahan makanan tradisional adalah jagung. Jenis pangan tradisional berbasis jagung beraneka ragam yang tersebar di seluruh nusantara. Dalam beberapa dekade terakhir, pangan pokok di Indonesia, baik secara langsung maupun tidak, diarahkan pada komoditas beras. Dampak dari kebijakan ini adalah meningkatnya kebutuhan beras nasional. Peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi beras per kapita, serta bergesernya pola makan masyarakat dari nonberas ke beras berdampak luas terhadap peningkatan kebutuhan beras nasional (Widowati dan Damardjati 2000). Mengantisipasi masalah tersebut diperlukan upaya mengangkat kembali makanan tradisional berbasis jagung baik sebagai pangan pokok maupun kudapan. Pengembangan pangan olahan tradisional jagung dalam diversifikasi pangan dapat mendukung ketahanan pangan.
Menurut studi yang dilakukan di Cornell University, jagung merupakan salah satu sumber antioksidan yang dapat melawan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas. Jagung merupakan sumber yang kaya akan senyawa fenolik asam ferulic, agen anti kanker yang telah terbukti efektif dalam memerangi tumor pada kanker payudara dan kanker hati. Anthocyanin yang ditemukan dalam jagung ungu juga bertindak sebagai pemulung radikal bebas  yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu  menurut para peneliti, minyak jagung telah menunjukkan efek anti aterogenik pada tingkat kolesterol, sehingga mencegah resiko penyakit jantung. Jagung juga dapat mencegah anemia. Vitamin B12 dan asam folat yang terdapat dalam jagung mencegah anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin ini. Lebih jauh lagi jagung dapat menurunkan Kolesterol Jahat (http://www.organicfacts.net/health-benefits/cereal/health-benefits-of- corn.html). Jagung juga mengandung serat pangan (dietary fiber) dengan  Indeks Glikemik (IG) relatif rendah dibanding beras dari padi  sehingga beras jagung menjadi bahan anjuran bagi penderita diabetes. Kisaran IG beras atau padi (50-120) dan beras jagung (50-90) dan nilai tersebut sangat relatif tergantung varietasnya. Isu di masyarakat bahwa jagung adalah pangan sehat, bahkan bagi penderita penyakit gula (diabetes mellitus/DM) dan kelainan jantung. Pasien diet dianjurkan secara medis untuk mengkonsumsi beras jagung sebagai pangan pokok, atau makanan ringan berbasis jagung. Serat pangan (terutama serat larut) mampu menurunkan kadar kolesterol dalam plasma darah melalui peningkatan ekskresi asam empedu ke feses, selain itu serat pangan akan mengikat kolesterol untuk disekresikan ke feses sehingga menurunkan absorpsi kolesterol diusus. Jagung  juga kaya akan komponen pangan fungsional antara lain: serat pangan yang dibutuhkan tubuh (dietary fiber), asam lemak esensial, isoflavon, mineral Fe (tidak ada dalam terigu), karoten (pro vitamin A), komposisi asam amino esensial dan lainnya. Pangan fungsional saat ini berkembang sangat pesat, seiring dengan semakin tingginya permintaan akan pangan fungsional dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan, yang berkaitan dengan semakin meningkatnya populasi lansia, adanya trend self medication, berkembangnya produk komersial.
Salah satu olahan pangan tradisional dari jagung adalah bose. Jagung bose merupakan makanan  pokok penduduk NTT. Dari asal - usul nama, jagung bose memiliki arti jagung yang dilunakkan. Untuk cara pembuatannya, jagung bose harus melewati proses yang cukup panjang. Bose merupakan makanan yang berbahan dasar jagung dengan campuran kacang – kacangan sebagai pengganti karbohidrat nonberas, rendah gula atau dapat dikonsumsi oleh penderita Diabetes Militus (DM), menurunkan resiko penyakit jantung serta kandungan wasabi yang sangat baik untuk kulit, mempunyai nilai jual dan dapat menarik konsumen. Makanan tradisional bose sangatlah nikmat apabila dihidangkan bersamaan dengan sambal Lu’at yang terasa pedas dimulut sebagai penambah selera makan. Sambal lu’at merupakan pelengkap menu hidangan baik dirumah maupun dalam acara resmi.
Cendana ( Santalum Album Linn .) merupakan jenis tanaman yang tergolong sangat penting di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena mempunyai nilai ekonomi tinggi dan merupakan species endemik yang terbaik di dunia. Sejak puluhan tahun lalu komoditi tersebut telah menjadi andalan dalam perdagangan di Propinsi Nusa Tenggara Timur  serta telah memberikan kontribusi penting kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian telah terjadi eksploitasi cendana yang memanfatkan potensi pohon/tegakan alami yang kurang diikuti oleh upaya penanaman dan pemulihan potensi dan mengesampingkan upaya pelestarian. Selain itu kebijakan pengelolaan cendana yang belum sempurna dan tepat guna sehingga belum dapat memberikan manfaat optimal terhadap daerah dan masyarakatnya.  Salah satu manfaat kayu cendana bagi tubuh kita adalah dapat menjadi obat herbal.Biasanya bagian yang digunakan sebagai obat herbal adalah bagian kulit kayu serta minyak dari pohon cendana. Berikut ini khasiat obat herbal dari pohon cendana yaitu, Anti peradangan, Mencegah disentri dan gangguan pencernaan lain, dapat menjadi pembersih pada saat menstruasi. Metode atau cara pengolahan kayu cendana menjadi obat herbal yaitu, Giling atau blender kulit kayu cendana hingga menjadi halus, Seduh hasil gilingan kulit kayu cendana dengan air panas, Tunggu beberapa saat hingga airnya berubah warna, lalu saring,Minumlah air hasil saringan bubuk kulit kayu cendana tersebut.
Tenunan yang dikembangkan oleh setiap suku atau etnis di Nusa Tenggara Timur merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu demi kelestarian seni tenun tersebut. Motif tenunan yang dipakai seseorang akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal. Pada suku atau daerah tertentu, corak atau motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan seperti Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain, sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif. Bagi daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan sedangkan corak motif binatang hanya sebagai pemanisnya saja.
Kain tenun atau tekstil tradisional dari Nusa Tenggara Timur secara adat dan budaya memiliki banyak fungsi seperti :
1)      Sebagai busana sehari-hari untuk melindungi dan menutupi tubuh.
2)      Sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian pada pesta atau upacara adat
3)      Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin)
4)      Sebagai alat penghargaan dan pemberian dalam acara kematian.
5)      Fungsi hukum adat sebagai denda adat untuk mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu.
6)      Dari segi ekonomi sebagai alat tukar.
7)      Sebagai prestise dalam strata sosial masyarakat.
8)      Sebagai mitos, lambang suku yang diagungkan karena menurut corak atau desain tertentu akan melindungi mereka dari gangguan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
9)      Sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang (natoni)
Dalam masyarakat tradisional Nusa Tenggara Timur tenunan sebagai harta milik keluarga yang bernilai tinggi karena kerajinan tangan ini sulit dibuat, oleh karena dalam proses pembuatannya atau  penuangan motif tenunan hanya berdasarkan imajinasi penenun sehingga dari segi ekonomi memiliki harga yang cukup mahal. Tenunan sangat bernilai dipandang dari nilai simbolis yang terkandung didalamnya, termasuk arti dari ragam hias yang ada karena ragam hias tertentu yang terdapat pada tenunan memiliki nilai spiritual dan mistik menurut adat. Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan (UP2K) masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan. Pada umumnya wanita di pedesaan menggunakan waktu luangnya untuk menenun dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarganya dan kebutuhan busananya.
Jika dilihat dari proses produksi atau cara mengerjakannya maka tenunan yang ada di Nusa Tenggara Timur dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni :
1)      Tenun Ikat; disebut tenun ikat karena pembentukan motifnya melalui proses pengikatan benang. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, untuk menghasilkan motif padakain maka benang pakannya yang diikat, sedangkan tenun ikat di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan motif maka benang yang diikat  adalah benang Lungsi.
2)      Tenun Buna; istilah daerah setempat (Timor Tengah Utara) “tenunan buna” yang maksudnya menenun untuk membuat corak atau ragam hias atau motif pada kain mempergunakan benang yang terlebih dahulu telah diwarnai.
3)      Tenun Lotis atau Sotis atau Songket; disebut juga tenun Sotis atau tenun Songket, dimana proses pembuatannya mirip dengan pembuatan tenun Buna yaitu mempergunakan benang-benang yang telah diwarnai.
Berdasarkan uraian diatas, maka dalam kesempatan ini, kami menyajikan suatu pilihan kuliner pada tugas kewirausahaan program kreativitas mahasiswa dengan mengambil judul “Usaha Pengolahan Jagung, Lu’at Tradisional , Pemanfaatan Kayu Cendana dan Pembuatan Syal Bermotif  ”
1.2  TUJUAN  
1)      Menciptakan produk olahan jagung dengan variasi kacang- kacangan dan produk sambal lu’at sebagai penambah selera makan.
2)      Menciptakan produk olahan kulit cendana sebagai obat herbal dan produk tas dari kain tenun bermotif
3)      Memanfaatkan peluang usaha yang terbuka lebar dibidang industri makanan sehat dan industry tekstil
4)      Memperkenalkan produk bose, sambal lu’at, obat herbal dari kulit cendana dan tas dari kain tenun bermotif .
1.3  MANFAAT
1)      Untuk Perguruan Tinggi
Adanya Olahan Jagung Sebagai Pengganti Menu Pokok Beras dan sambal lu’at Bercita Rasa Global diharapkan dapat memperkaya bidang kewirausahaan dalam produk pangan dan gizi. Adanya produk olahan kulit cendana  dan produk tas dari kain tenun bermotif dapat memperkaya bidang kewirausahaan dalam produk inustri tekstil.
2)      Untuk Mahasiswa
Program ini dapat meningkatkan kreativitas, inovasi serta mampu bekerja sebagai team work, selain itu program ini juga bisa membantu penghasilan meningkatkan pendapatan dan  jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa.
3)      Untuk Masyarakat
Program ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi karbohidrat pada masyarakat dan mengurangi masalah gangguan penyakit yang disebabkan kekurangan karbohidrat, sehingga pada akhirnya tercipta masyarakat yang sejahtera   dan dapat meningkatkan pemanfaatan daun cendana sebagai obat
herbal pada kalangan masyarakat dan mengurangi masalah gangguan penyakit, serta meningkatkan pemodifikasian terhadap kain tenun bermoti sesuai keinginan konsumen.



 

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1  DESKRIPSI USAHA
1)      Data perusahaan
Nama                     :  Men Pen’na
Tempat                   : Kefa - Nusa Tenggara Timur
Bentuk Usaha    : Pengolahan jagung menjadi makanan tradisional dan sambal lu’at  bercita rasa.
                                 Pengolahan kulit cendana menjadi obat herbal dan modifikasi kain tenun bermotif menjadi syal.
2)      Data Pengusaha
Nama                           : Men Pen’na
Alamat                         : Desa Naiola,Kec. Bikomi selatan,Kab.TTU
3)      Alasan Menjalankan Usaha:
ü  Adanya peningkatan kebutuhan beras nasional, Peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi beras per kapita, serta bergesernya pola makan masyarakat dari nonberas ke beras berdampak luas terhadap peningkatan kebutuhan beras nasional dan mengingat manfaat jagung yang sangat penting bagi kesehatan tubuh, seperti mencegah anemia, anti-kanker, menurunkan kolesterol dll. Dan akan lebih nikmat lagi bila jagung bose disajikan bersamaan dengan sambal Lu’at sebagai penambah atau pembangkit selera makan.
ü  Adanya khasiat pada kayu cendana khususnya pada kulit yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal
ü  Kain tenun bermotif sangat potensial untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan konsumen.

4)      Kelebihan Dari  bisnis:
Ada banyak alasan mengapa bisnis  Men Pen’na memperoleh kelebihan untuk dijalankan diantaranya:
a.       Mudah dijalankan
b.      Harga pasar yang menjanjikan
c.       Persediaan bahan baku yang sangat potensial
d.      Pangsa pemasaran yang terjangkau

5)      Bentuk Rencana Organisasi
a.          Bentuk Kepemilikan                                       :  Kelompok
b.         Mitra / Pemegang Saham utama                     :  kelompok mahasiswa
c.          Otoritas Kepala Tim Manajemen                    :  Ketua Kelompok
d.         Latar Belakang                                                :  Pemenuhan ekonomi
e.         Peran Dan Tanggung Jawab Anggota                : Mengupayakan produktifitas pangan local, pemanfaatan hasil hutan kayu cendana dan pemodifikasian  kain tenun bermotif serta ikut terlibat dalam kegiatan kelompok.
6)      Distribusi
Penjualan jagung bose, sambal lu’at, syal bermotif dan obat herbal dari kulit cendana  dilaksanakan dengan pelanggan memesan dan datang ke tempat pameran. Pelanggan dari kalangan masyarakat TTU terutama penduduk perumahan BTN. Promosi yang diupayakan dapat berupa sarana media social yang ada, seperti, facebook, iklan, dan penyebaran pamflet pada tempat strategis dan melakukan pameran sehingga pelanggan mendapatkan informasi dengan mudah.
7)      Analisis Harga Pasar
Ø  Target Pasar
Potensi usaha pengolahan jagung, pembuatan sambal Lu’at, pembuatan obat herbal dari kulit cendana dan pembuatan syal dari kain tenun bermotif, cukup menyebar merata diseluruh wilayah Indonesia terutama di NTT. Namun demikian jumlah produksi tersebut masih belum memenuhi permintaan untuk pasar nasional dan internasional. Sehingga dalam rencana usaha bisnis ini ditargetkan untuk mengisi kebutuhan pasar local, yaitu di perumahan BTN dan masyarakat TTU, pasar nasional bahkan internasional.

2.2   Gambaran Tentang Produk
a.       Produk yang ditawarkan berupa
1)      jagung bose
2)      sambal lu’at
3)      obat herbal
4)      tas bermotif
b.      Alat dan bahan
1)      jagung bose
ü  lesung dan alu
ü  nyiru
ü  plastik
ü  jagung 10 kg dan
ü  kacang  - kacangan 5 kg

2)      sambal lu’at
ü  mol
ü  senduk
ü  piring
ü  Lombok 2 kg
ü  Kemangi secukupnya
ü  Garam secukupnya
ü  Jeruk nipis
ü  Bawang putih 1 kg
3)      Obat herbal
ü  Kulit kayu cendana 2 kg
ü  Air panas secukupnya
ü  Saringan atau pengayak
4)      syal bermotif
ü  Benang warna masing – masing 20 utas (disesuaikan dengan warna motif)
ü  Lilin lebah
ü  Mesin jahit
c.       Prosedur kerja
1)      jagung bose
ü  siapkan alat dan bahan
ü  jagung direndam selam ± 15 menit
ü  jagung di tumbuk hingga kulit arinya terkelupas
ü  ditapis hingga bersih
ü  dijemur hingga kering
ü  dicampuri dengan kacang hijjau dan kacang tanah
ü  dibungkus menggunakan plastic bening berlabel
2)      sambal lu’at
ü  siapkan alat dan bahan
ü  Lombok  dan bawang putih di mol menggunakan alat mol
ü  Jeruk nipis diiris tipis
ü  Dicampur dengan garam dan ajinomoto secukupnya
ü  Di isi di dalam botol sedang
3)      obat herbal
ü  Giling atau blender kulit kayu cendana hingga menjadi halus
ü  Seduh hasil gilingan kulit kayu cendana dengan air panas
ü  Tunggu beberapa saat hingga airnya berubah warna, lalu saring
ü  Minumlah air hasil saringan bubuk kulit kayu cendana tersebut.
4)      syal bermotif
ü  Persiapan alat dan bahan
ü  Benang digulung pada batu bulat.
ü  Benang dirangkai pada rangka kayu berbentuk persegi panjang
ü  Benang yang telah dirangkai langsung ditenun (teknik tenun sotis dan buna)


2.3 Strategi Pemasaran
Ø  Segmentasi (Segmentation)
Pangsa pasar produk ini dibagi menjadi 3 segmen, yaitu kelompok mahasiswa terutama mahasiswa UNIMOR, kelompok umum seperti dosen, karyawan dan masyarakat sekitar kampus UNIMOR serta masyarakat Indonesia seluruhnya yang berminat.
Ø  Target (Targetting) Target utama dalam pemasaran produk ini adalah kelompok mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus UNIMOR.
Ø  Penempatan atau Citra Produk (Positioning)
Positioning merupakan  citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Persepsi konsumen terhadap produk merupakan kunci dari positioning. Produsen seringkali menginginkan produknya sebagai produk unik dimata konsumen. Produk ini pun juga diharapkan dapat menjadi produk yang unik, makanan sehat yang disukai konsumen  serta bermanfaat bagi kesehatan konsumen.
2.3 Rencana Pemasaran
Ø  Produk  bose, sambal lu’at obat herbal dan syal bermotif merupakan produk unggulan khas NTT yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat baik dari anak-anak sampai orang dewasa. Proses pembuatan produk ini sangat praktis dan mudah diterapkan dalam industry rumah tangga (Home Industry).
Ø   Harga
Produk ini akan dijual dengan harga:
1.      Jagung bose : Rp. 20.000/ kg
2.      Sambal luat :  Rp. 5.000/ botol
3.      Obat herbal :  Rp. 20.000/bgks
4.      Syal bermotif : Rp. 75.000/ lbr
Ø  Tempat
Tempat pemasaran yang dipilih untuk produk awal usaha yaitu di kampus UNIMOR. Lokasi pemasaran  yang dipilih merupakan lokasi yang strategis, akses masuk mudah dan pengeluaran biaya yang efisien.
2.5  Metode Pendekatan
Metode pendekatan yang digunakan adalah analisis kandungan gizi bahan baku. Kandungan gizi ini dijadikan keutamaan produk yang dihasilkan. Berikut ini adalah daftar nilai gizi yang terkandung dalam jagung:  
Tabel 1. Kandungan zat makanan per 100 gr Jagung 
Kalori
355 kalori
Protein
9,2 gr
Lemak
3,9 gr
Karbohidrat
73,7 gr
Kalsium
10 mg
Fosfor
256 mg
Ferrum
2,4 mg
Vitamin A
510 SI
Vitamin B1
0,38 mg
Air
12 gr




BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1  METODE PELAKSANAAN KEGIATAN      
 
1)      Persiapan tempat dan perlengkapan
2)      Promosi dan publikasi
3)      Produksi dan pemasaran produk
4)      Evaluasi
a.       Persiapan
 Pada tahap persiapan ini kegiatan yang akan dilakukan untuk menentukan lokasi tempat produksi dan pemasaran lengkap dengan layoutnya, peralatan produksi dan pengadaan bahan baku.
b.       Promosi dan Publikasi
Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan beberapa langkah :
ü  Membuat media promosi (brosur, leaflet, grand opening outlet dan launching melalui media social network online).
ü  Melakukan uji tester produk kepada sekelompok orang untuk menarik konsumen.
c.       Produksi dan Pemasaran Produk
Hal yang pertama dilakukan adalah launching produk  pada minggu pertama penjualan, dan pada minggu-minggu selanjutnya dilakukan penjualan serta pemasaran produk kepada masyarakat melalui media sosial.
d.      Evaluasi
Program Tahap yang terakhir adalah evaluasi program, setelah program selesai dijalankan dilakukan evaluasi. 
3.2 Instrumen Pelaksanaan
 Susunan organisasi dari usaha ini sebagai berikut : 
Jabatan organisasi terdiri dari:
a)      Penanggung jawab Produksi dan Operasional
Mengelola produksi dan memastikan kelangsungan perusahaan berjalan baik 
b)      Penanggung jawab Keuangan 
Mencatat arus kas masuk dan keluar serta bertanggung jawab mengelola keuangan perusahaan.
c)      Penanggung jawab R&D
Menciptakan produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada di pasaran.
d)     Penanggung jawab Pemasaran
Mempromosikan dan memasarkan hasil produk perusahaan.    



3.3 Biaya dan Jadwal kegiatan
Anggaran Biaya
No
Uraian
Subtotal
1
Peralatan penunjang (investasi)
Rp. 750.000
2
Biaya operasional
Rp. 700.000
3
Biaya Transportasi
Rp. 500.000
4
Biaya bahan baku
Rp. 2.500.000
Total
Rp. 4.450.000

3.5 Kendala Dalam Perencanaan Usaha
Dalam implementasi usaha atau bisnis cendrung menuai hambatan atau tantangan baik dalam pemasaran, keterlibatan kelompok maupun dana penunjang. Hal yang melatar belakangi penyusunan perencanaan bisnis gagal diantaranya :
1.      Tujuan yang ditetapkan oleh pengusaha tidak masuk akal.
2.      Tujuan tidak terukur ( pengusaha tidak membuat komitmen total untuk bisnis atau untuk keluarga).
3.      Pengusaha tidak memiliki pengalaman dalam rencana bisnis.
4.      Pengusaha tidak memiliki arti potensi ancaman atau kelemahan untuk bisnis.





                                                                                                                                                                                                                                   

Laporan Rancangan Percobaan

LAPORAN RANCANGAN   PERCOBAAN “PENGARUH PUPUK BOKASHI TERHADAP TANAMAN BAWANG MERAH ( ALLIUM ASCALONICUM   L)” OLEH KELOMPOK 1...